Kamis, 26 Februari 2015


 
https://www.facebook.com/MarcusLambMinistry?fref=photo

Pesan Hikmat wrote: (Copas Mr.Yudi) Kekayaan

Banyak kali kekayaan yg dimiliki oleh seseorang membuat dia menjadi angkuh dan sombong,  karena dia tidak menyadari bhw semua itu adalah sebuah kepercayaan dari Tuhan yg suatu waktu harus dipertanggung jawabkan kepada yg memberi.

Sikap2 yg demikian adalah karena mereka berpikir bahwa semua itu merekalah yg mengusahakan dan karena jerih lelah mereka sendirilah maka mereka mendapatkan semua itu.

Pertanyaannya :


1. Dapatkah kita dipercaya oleh Tuhan untuk mengelola milikNya?


2. Sudah kah kita mengandalkan tuhan dalam sgala hal.?

https://www.facebook.com/MarcusLambMinistry?fref=photo

Renungan ANNE AVANTIE (Copas Ms.Aulia Hesky)

Mengapa orang tua harus punya uang sendiri dan memikirkannya dari sejak usia produktif? .


Terlalu banyak kisah "miris" yg meyayat hati mengenai masa tua yg menguras air mata.

Masa kecil ditimang-timang, dihangatkan dari dingin nya udara, di lindungi dari panasnya terik matahari dan didekap dari deras nya hujan.

Tapi apa yg didapat dimasa tua? .


Kalau bernasib BAIK, ya hidup dalam limpah kebahagiaan. 

Tapi kalau nasib nya TIDAK BAIK, masa tua akan sangat menyakit kan hati.


Anak yg "digadang gadang" bisa menitipkan diri di usia renta ternyata lebih fokus pada keluarga nya dan orang tua dianggap "merepotkan" 

Sungguh ironis.

Orang tua makin "tua" makin Aneh dan tidak lagi bisa berpikir "normal" 
Bisa jadi makin "rewel " 
Makin bikin repot dan yg pasti makin "cerewet " 
Hal ini tentu anak-anak yg memiliki kesibukan merasa sangat terganggu.

Banyak pula yg dimasa tua anak bermusuhan dgn orang tua, krn dianggap bikin repot. 
Apa lagi kalau tidak punya apa2 yg bisa "diwaris"kan...
Tentu sangat beda kalau masih ada yg "diwaris"kan maka anak2 mengerumuni hangat disampingnya.

Mari mulai memikirkan masa tua dari saat ini shg kita tidak merepotkan anak2 ketika anak2 mulai punya keluarga.


Anak2 kita yg kita Harap kan "merawat"kita - mungkin sdh sukses sehingga sangat "sibuk" maka tidak ada "waktu". .untuk orang tua...-


Dia lupa waktu disekolahkan dulu dgn "airmata darah" setelah jadi orang akan "repot" sekali dgn usaha nya. 
Dia tidak akan sempat memikirkan "pintar"nya dari mana dan dari siapa? ...


Kalau tidak mau semakin sakit hati dgn anak2 kita. 
Ya, jadilah orang tua yg "mandiri" dan jangan "menuntut "apapun.

Memintar kan anak2 kita adalah "kewajiban" tapi jangan pernah "menuntut" mereka untuk "pintar" pada kita, krn itu "misteri"kehidupan yg tak terselami.


(Berkah Dalem)

https://www.facebook.com/MarcusLambMinistry?fref=photo

Pesan Hikmat wrote: (Copas Mr.Yudi) Sabar

Sabar itu bukan lemah.. tapi KUAT

"Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota" 
*[[Pro 16:32]] ITB

Sabar = bijaksana
"Siapa lekas naik darah, berlaku bodoh, tetapi orang yang bijaksana, bersabar" 
*[[Pro 14:17]] ITB

Sabar = pandai/berhikmat
"Orang yang sabar besar pengertiannya, tetapi siapa cepat marah membesarkan kebodohan" 
*[[Pro 14:29]] ITB* 

Ketidak sabaran mengandung kesombongan
"Akhir suatu hal lebih baik dari pada awalnya. Panjang sabar lebih baik dari pada tinggi hati" 
*[[Ecc 7:8]] ITB* 

Kesabaran mencegah kesalahan2 besar
"Jika amarah penguasa menimpa engkau, janganlah meninggalkan tempatmu, karena kesabaran mencegah kesalahan-kesalahan besar" 
*[[Ecc 10:4]] ITB* 

Tuhan itu sabar
"Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada TUHAN, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukuman-Nya" 
*[[Joe 2:13]] ITB* 

GBU

Rabu, 18 Februari 2015